Tips Memacu Otak Sang Buah Hati

ilustrasi

Sumber : keluargasakinahku.com

Setiap orang tua menginginkan anaknya tumbuh sehat dan juga cerdas. Tak heran jika pada akhirnya para orangtua selalu tertarik dengan segala hal yang dapat memacu otak sang buah hati. Hal yang berhubungandengan masalah kecerdasan anak yang seringkali terlupakan, antara lain keturunan (genetic).

Dalam sebuah seminar, seorang pakar gizi mengatakan bahwa orangtua sebaiknya bersikap realistis. “Kalau sewaktu sekolah dulu tidak pernah ranking lima besar, jangan terlalu memaksakan dan berharap anaknya dapat ranking pertama”, ujarnya. Namun tentu saja masalah genetic itu hanyalah salah satu penentu cerdas tidaknya seorang anak. Masalah lain yang mendasar adalah kecukupan gizinya. Tapi jangan lupa bahwa anda sebagai orangtua harus mencermati soal kecerdasan ini semenjak si kecil dalam kandungan ibu. Karena berbicara tentang kecerdasan berarti menyangkut masalah perkembangan otak. Sementara perkembangan untuk memacu otak sang buah hati sudah mulai dibentuk pada saat kehamilan pertama.

100 Milyar

Meski merupakan bagian kecil dari tubuh secara keseluruhan, tapi otak memiliki peran dan fungsi yang sangat penting. Seseorang dilahirkan dengan lebih dari 100 milyar sel saraf. Sebenarnya terdapat cukup banyak sel otak untuk belajar sesuatu, namun banyak sel otak yang tidak berkembang setelah kelahiran. Oleh karena itu, untuk memacu otak sang buah hati harus diperhatikan dengan cermat, karena turut  menentukan masa depan anak. Otak bayi dan anak bukanlah miniature orang dewasa, melainkan seperti organ tubuh lainnya yang masih dapat tumbuh dan berkembang. Menjadi lebih besar, leebih berat, dan masih berkembang dari otak yang semula belum matang (limiatur) menjadi otak matang (matur).

Sampai Lima Tahun

Pertumbuhan dan perkembangan susunan syaraf pusat dimulai dengan pembentukan lempeng saraf (neural plate) pada masa embrio, yakni sekitar hari ke-16, yang kemudian menggulung membentuk tabung saraf (neural tube) pada hari ke-22. Pada minggu kelima mulailah cikal bakal otak besar di ujung tabung saraf, yang diikuti dengan terbentuknya batang otak, otak kecil (serebelum) serta bagian lainnya.

Perkembangan otak yang kompleks memerlukan beberapa seri proses perkembangan, yang terdiri atas penambahan (proliferasi) Sel, perpindahan (migrasi sel), perubahan (diferensisi) sel, pembentukan jalinan saraf satu dengan yang lainnya (sinaps), serta pembentukan selubung saraf  (mielinisasi).Proses ini sudah berlangsung sejak bayi dalam kandungan. Sedangkan melinisasi berlangsung setelah bayi lahir sampai usia 4-5 tahun. Proses paling cepat terjadi pada bulan-bulan pertama kelahiran. Sedangkan penambahan jumlah sel saraf telah selesai pada saat kelahiran dan tidak akan bertambah lagi.

Volume dan berat otak yang bertambah setelah bayi lahir yang disertai dengan bertambahnya kecerdasan pada seorang bayi, dikarenakan saat itu terjadi pertumbuhan serabut saraf dan adanya peningkatan jumlah sel yang luar biasa serta proses mielinisasi. Bayangkan betapa pentingnya peran masa prenatal (sebelum kelahiran) dan pascanatal (setelah kelahiran) bagi perkembangan otak buah hati anda “Jika kita menghendaki seorang anak memiliki otak yang berkualitas, penting memperhatikan persiapan masa kehamilan, selama kehamilandan pasca bayi lahir, sampai perkembangan otaknya selesai”. Kecerdasan anak ditentukan oleh banyak factor, dalam hal ini unsure keturunan memang diakui dapat membuat anak menjadi cerdas. Ini sifatnya tidak mutlak, factor lingkungan justru lebih banyak berpengaruh terhadap perkembangan otak.

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa kita dapat membuat anak lebih cerdas dalam lingkungan rumah yang hangat dan merangsang. Bila seorang anak mewarisi kemampuan rata-rata  dengan lingkungan yang hangat, penuh kasih dan cukup rangsangan, kemungkinan besar akan meningkatkan taraf kecerdasannya menjadi sangat cerdas atau superior. Sebaliknya anak yang terlahir dengan kemampuan superior tanpa menerima rangsangan semasa kecilnya, tidak akan berkembang menjadi anak cerdas. Ada factor lagi yang sangat berperan besar dalam mencetak anak cerdas, yakni gizi yang cukup adalah bila seorang anak memenuhi kriteria empat sehat lima sempurna.

Makanan Otak

Dalam proses tumbuh kembangnya, seorang anak membutuhkan sejumlah zat gizi yang kualitas dan kuantitasnya sama dengan orang dewasa. Seorang anak membutuhkan protein dan asam amino lebih besar ketimbang orang dewasa. Selain itu perlu juga diperhatikan makanan apa yang baik untuk memacu perkembangan otaknya. Dewasa ini selain kecukupan vitamin dan mineral, para ahli tengah menyoroti pentingnya Omega 3 (Asam Linolenat), khususnya docosohexanoid acid (DHA) yang berfungsi dalam pembentukan sel otak. Selain itu, ada juga unsure Omega 6 (Asam Linoelat) dengan arachidonat acid (AA). Menurut penelitian, untuk fungsi yang optimal perbandingan Omega 3 dan Omega 6 haruslah tepat.

Secara alami, DHA dan AA dapat ditemukan dalam air susu ibu (ASI), namun tentu saja seiring pertambahan usianya,bayi juga memerlukan makanan tambahan. Secara kuantitas dan kualitas pemberian makanan berupa ASI saja hanya mampu memenuhi semua kebutuhan anak sampai usia enam bulan. Makanan tambahan yang dimaksud misalnya susu. Dengan pemberian makanan tambahan ini, diharapkan kebutuhan gizi anak dapat tercukupi. Dan sesudah itu, adalah tugas orangtua untuk mengisi dan mengasah kecerdasan si kecil dengan pengasuhan yang sehat serta memberinya latihan-latihan. Bagaimanapun juga ini akan sangat berguna bagi anak sebagai bekalnya kelak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s